Selasa, 12 Oktober 2010

LEGENDA GUNUNG PUNCAK MANIK DESA CIMULYA -CIMAHI-KUNINGAN


LEGENDA
GUNUNG PUNCAK MANIK
Gunung Puncak Manik terletak di Desa Cimulya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kiningan,Gunung yang mirip perahu terbalik  ( Tangkuban Perahu )ini memiliki segudang riwayat .
Demi kelestarian budaya sunda dan berkesinambungan sejarah asal-usul leluhur khususnya untuk masyarakat Desa cimulya kecamatan Cimahi Kabupaten kuningan  agar generasi yang akan datang tidak kehilangan riwayat atau sejarah nenek moyangnya pada kesempatan ini penulis mencoba menyusun sejarah puncak manik yang penulis himpun dari ceritra rakyat dan bukti-bukti sejarah yang penulis temukan sampai saat ini walaupun tulisan ini mungkin lebih cenderung kepada legenda karena penulis tidak dapat memaparkan tahun berdasarkan bukti sejarah. Namun demikian penulis merasa perlu untuk memuat tulisan ini dengan harapan adanya masukan serta penelitian lebih lanjut. Adapun alur ceritranya sebagai berikut:
Gunung Puncak Manik yang dalam babad Cirebon dikenal Gunung Cupu Manik berdasarkan cerita rakyat mengalami perubahan nama sebagai berikut: konon dahulunya Gunung Puncak manic dijuluki Gunung Tangkuban Perahu karena bentuknya mirip Perahu tengkurep jika dilihat dari kejauhan ,memuat legenda Sangkuriang dan Dewi Dayang Sumbi yang dalam riwayatnya sama dengan legenda Tangkuban Prahu di Bandung.Mengingat sudah ada legenda itu,maka di sini penulis tidak menuturkanya.selanjutnya Gunung Tangkuban Perahu  itu diganti nama gunung Tengger yang artinya Gunung yang menjadi ciri orang sunda bilang tengger ,konon ceritanya gunung  ini dijadikan motos sebagai cirri perjalanan alam .Selanjutnya oleh Raden Kiansantang dalam kisah Kiansantang  mencari orang yang dapat mengalahkan dirinya diganti nama menjadi Gunung  Cupu manik yang artinya Wadah mahkota yang indah ( Cupu = wadah dan Manik = manic-manik atau mahkota yang indah ),selanjutnya pada jaman kesultanan Cirebon oleh sultan Cirebon  diganti nama Gunung Puncakmanik yang artinya dataran tinggi penghias keindahan Cirebon.Untuk lebih jelasnya bagaimana riwayat peranan Gunung Puncakmanik  terhadap para tokoh penting di Cirebon khususnya dalam penyebaran islam,di bawah ini penulis tuturkan beberapa riwayat  yang penulis dapatkan dari beberapa sumber.
A.      Perjalan Raden Kian santang mencari tanding.
Di Jawa Barat terdapat sebuah kerajaan yang terkenal arif dan bijak serta kuat,kerajaan itu dikenal kerajaan Pajajaran yang pada dirajai oleh Prabu Niskala Wastu kencana sekitar abad 13-14 dikenal Prabu Siliwangi dan ke I.Kemudian Raden Manah Rasa dikenal Prabu Siliwangi ke II .Dari hasil saembara , Prabu Siliwangi ke II menikah dengan Nyi Subang Keranjang putri syekh Hasanudin dari pondok Quro di kerawang dan diberkahi  2 orang putra dan 1 orang putri  yaitu Raden Kian Santang,Raden Walangsungsang,dan Ratu Larang Santang.Raden Kian Santang Pewaris kerajaan siliwangi berikutnya dinobatkan menjadi raja dengan julukan prabu siliwangi ke III terkenal gagahan  dan tidak mempan oleh senjata tajam apapun. Suatu saat tibul sifat ujubnya yaitu ingin melihat warna darahnya,akhirnya raden kiansantang pergi berkenlana mencari orang sakti yang mampu melukai dirinya hingga mengeluarkan darah,sementara kerajaan diserahkan ke adiknya Raden Walangsungsang namun Beliau tidak mau,selanjutnya kerajaan diserahkan ke putra dari selir dejuluki prabu siliwangi ke IV.singkat cerita raden Kiansantang bertemu dengan  orang sakti di Garut yang dikenal Buyut Prendita yang nama aslinya Prendita Rakim alias Kiyai Padoli alias syeh quro yang setelah menikahkan putrinya Nyi Mas subang keranjang dengan Prabu siliwangi ke II tidak kembali ke Kerawang.Dalam percakapanya antara Buyut Prendita dengan Raden Kian santang yang datang hendak mengadu ilmu,kemudian oleh Buyut Prendita di utarakan bahwa ada orang sakti tampa tanding yang bernama Syayidina ali bin Abu tholib di mekah,akhirnya berangkatlah Raden kian santang ke Mekah mencari Syyidina ali.Kemudian beliau bertemu dengan Syeh Hanafiah putra Syayidina ali dikenal dengan julukan ali ke 12.Dalam cerita diungkapkan bahwa Raden kiansantang diuji suruh mencabut tongkat yang ditancapkan ke tanah dan akhirnya raden kiansantang tak mampu mencabut tongkat itu walaupun sampai keluar darah dari pori-pori tubuhnya.setelah mengungkapkan menyerah,akhirnya raden Kian santang diajari baca Dua kalimat syahadat dan sejat itu raden Kian santang masuk agama islam dan kembali ke jawa menemui gurunya di garut Kiyai Padoli alias buyut prendita.diungkapkanya oleh raden Kiansantang bahwa dirinya telah menemukan agama baru yaitu islam dan sekarang menjadi muslim, Kiyai Padholi sangat senang mendapat kabar itu maka mulailah raden Kian santang belajar agama islma ke kiyai Padholi dan diberi gelar Syeh Nurjati.setelah dipandang cukup,Syeh Nurjati disuruh pergi ke Caruban.Dalam perjalananya ke caruban,Syeh Nurjati singgah di gunung Puncak Manik dan bertemu dengan Kiyai Manik yang ternyata sudah beragama islam   menurut ceritra rakyat Kiyai manik di kenal buyut prendita karena ilmu kamuplasenya Raden Kian santang yang sudah diganti nama syeh nurjati tidak kenal terhadap gurunya itu.Di puncak manic Syeh nurjati memperdalam ilmu ke agamaanya,kemudian perjalanan dilanjutkan ke Caruban dan menjadi kuwu pertama di Caruban.

B.      Perjalanan Raden Walang Sungsang
Kerajaan siliwangi yang dirajai Prabu Siliwangi ke IV yang seharusnya Raden walangsungsang,namun karena mendapat wangsit melalui mimpinya agar mencari agama islam,beliau tidak mau jadi raja dan pergi meninggalkan kerajaan hendak mencari agama islam dari pusat kerajaan di Bogor , Raden Walangsungsang pergi memakai jalur tengah dan sampai di garut menemui kiyai padholi ,oleh kiyai padholi dikasih tahu bahwa kakanya sudah memeluk agama islam dengan gelar syeh Nurjati dan menjadi kuwu di Caruban, akhirnya berangkatlah Raden Walangsungsang ke Caruban sama halnya dengan kakanya ,Raden Walangsungsang singgah di gunung Puncak Manik dan berguru ke Kiyai manic selanjutnya ke Cariban. Sesampai di Caruban, oleh Syeh nurjati dinobatkan menjadi kuwu Cariban ke II menggantikan kakanya.sedangkan Raden Kiansantang alias Syeh Nurjati pergi ke timur yaitu ke daerah gebang menurut ceritra rakyat dikenal pangeran gebang.Dalam kepemimpinan Raden walang sungsang,Caruban mengalami perkembangan pesat dan diganti nama Cirebon setelah Raden walangsungsang menemukan makanan yang berasal dari rebon atau udang kecil.karena luasnya pemerintahan Cirebon maka Raden Walangsungsang dikenal dengan sebutan Bah Kuwu sangkan pangeran cakrabuana.

B. Perjalanan Ratu Larang santang.
    Ratu larang santang pewaris kerajaan siliwangi ke V juga tidak mau menjadi raja dan pergi meninggalkan kerajaan menyusul kakanya.ratu larang santang pergi memakai jalur selatan, yakni Pelabuhan ratu,garut,Kuningan,Puncakmanik,dan Cirebon. ( Berdasarkan bukti sejarah berupa permainan congkak yang dibuat pada batu ) sesampainya di Cirebon ratu larang santang belajar agama islam ke kakanya.atas intruksi gurunya syeh nurjati ke dua kaka beradik berangkat ke arab menunaikan haji. Dan akhirnya ratu Larangsantang ditikah oleh Raja Mesir yang menurut ciritra beliau adalah keturunan dari syayidina ali dengan julukan Ali ke 14.dalam pernikahanya yang menjadi wali nikah adalah kaka tertuya yakni Raden kiansantang alias Syeh Nurjati dan sebagai pewalinya diberi pusaka pedang syaidina Ali.Dan selanjutnya kembali ke jawa dengan membawa pedang itu.

D.      Kiyai Jambe Pitu
Raden Kiansantang alias syeh Nurjati seperginya dari Cirebon merasa kesepian,akhirnya mendirikan padepokan yang muridnya terdiri dari 7 orang hingga padepokan itu dikenal padepokan jambe Pitu.menurut sejarah penyebaran islam padepokan jambe pitu terletak diperbatasan jawa Barat dengan Jawa tengah yang pada saat itu yang menjadi batasnya adalah sungai Cisanggarung. Keterkaitan dengan Puncakmanik sangat kuat dengan adanya bukti sejarah berupa patung Ganesa dan cicin berlian bermata 7 dengan pusat satu di tengah ( koleksi pribadi ) selain itu di Puncakmanik terdapat 7 makan dan 1 tempat yang dikenal buyut pusaka adapun ke tujuh makan itu adalah:Buyut Prendita,Buyut Pusaka,Buyut Jaksa,Buyut Odog,Buyut Kuwu Cirebon Girang,Pangeran soli Asih,Buyut Kalam Jaya dan Pandai Salak Domas.Dari caritra rakyat setelah dinyatakan tamat ketujuh murid itu diperintahkan pergi meninggal padepokan dengan menggunakan kesaktian masing-masing.


1.       Kisah Buyut Jaksa Alias Ki Patra kalasa.
Ki Patra kalasa seorang arif dan bijaksana,akibat kearifan dan kebijaksanaanya oleh Kuwu Cirebon sering diminta bantuan untuk menyelesaikan permasalah komplik yang terjadi di daerah Cirebon seperti musibah angin topan di gebang,maslah rebutan kerbau bule di Bantar Panjang,dan maslah – masalah lainnya.jamlah jaksa pada saat itu ada 40 jaksa dan yang dipandang paling adil dalam menangi masalah adalah jaksa dari Puncak manik oleh karena itu di juluk jaksa agung.salain itu kesaktian Ki Patra kalasa terkenal pula diantaranya membantu Cirebon dalam melawan serangan Belanda yang konon ceritanya Buyut jaksa Puncakmanik memainkan Pusaka berupa keris kecil dari Puncak Manik saja tetapi semua musuh Cirebon hancur.Mungkinkah yang dimaksud keris itu adalah golok cabang? Walahu a’lam.kesaktian buyut jaksa semakin terkenal ke penjuru Dunia maka suatu saat datanglah 40 orang sakti ke Puncak manic hendak mengadu ilmu.namun semuanya lumpuh tak berdaya karena benda yang mereka duduki menempel terus dengan badanya.setelah mengaku kalah ke 40 orang sakti itu diberi makan nasi pada satu pendil kecil ternyata nasi itu tak dapat dihabiskan walaupun mereka semua kekenyangan.

2.       Kisah Buyut Odog.
Buyut Odog yang bernama Ki Rangga Jati berasal dari Cipari Kuningan yang berguru ke Kiyai Jambe Pitu di Puncak Manik. Beliau memiliki kesaktian berupa tenaga yang luar biasa .Suatu ketika Puncak Manik diserang oleh 40 orang sakti dan ke 40 orang telah dikalahkan oleh Buyut Jaksa,sehabis makan mereka minta minum ,kebetulan ada pohon Kelapa berbuah lebat maka ditariknya pohon Kelapa itu hingga menempel ke tanah dan beramai-ramai ke 40 orang itu memetik kelapa yang sudah melenting sampai ketanah.Selain itu Buyut Odog di angkat sebagai panglima perang oleh Ki kuwu Cirebon.Buyut Odog menikah dengan Nyi Mas Centring manic .

3.       Kisah Buyut Prendita
Buyut Prendita  yang bernama  Ki Sanca Manggala memiliki ilmu penerawangan atau ilmu palak  kata orang jawa weruh sedurung winara.suatu ketika di panggal oleh kerajaan China untuk mengadu ilmu. Raja China itu memiliki istri 9 dan ke Sembilan istri itu di tikah pada waktu dan hari yang berbeda selama 5 hari. Buyut Prendita disuruh menebak hari pernikahan itu. Berkat kesaktianya maka buyut Prendita bisa menebak dengan benar dan lahirlah hitungan rapokan hari seperti Manis naptu 1 rapokan 4,Pahing naptu 2 rapokan 9,Puhun naptu 3 rapokan 7 ,Wage naptu 4 rapokan 5,dan Keliwon naptu 6 rapokan 8.

4.       Kisah Buyut Pusaka
Buyut Pusaka Puncak manic yang bertempat di sebalah utara barat Batu belah merupakan tempat Padepokan Jambe Pitu.Sampai saat ini tempat itu tidak pernah ditemui orang,menurut bebrapa cerita yang penulis himpun bahwa pada suatu waktu ada orang hendak ke tempat itu namun mereka ditemui ular King Kobra yang sangat besar akhirnya mereka lari dan mencari pawing ular yang bias menangkapnya.Namun sumuany tidak sanggup mengambil Ular itu yang menurut cerita dia Ular itu adalah jelmaan dari pusaka ampuh yang belum bias ditaklukan orang .

5.       Kisah Kibodas Talawungan
Kibodas Talawungan cenderung berasal dari Cina karena kulitnya yang putih,dikenal ki Bodas Talawungan karena pada saat itu dia bertindak sebagai pelayan Buyut Pusaka Alias Kiyai Jambe Pitu. Pekerjaanya sering menjemur jubah Kiyai. Tentang kesaktian belum terungkap sampai sekarang.

6.       Kisah Pandai Salaka Domas
Ki Pandai Salaka Domas yang dimaksud dalam riwayat ini  bukan Pangeran Panjunan  yang mengarang kitab Joyo Boyo tetapi kisah seorang Pandai pembuat Senjata Pusaka . menurut ceritra rakyat bahwa Ki Panda Salaka Domas akhirnya di utus untuk pergi ke negara barat mengajarkan cara mengolah besi di Negara barat .

7.       Kisah Bah Kuwu Cirebon Girang
Bah Kuwu Cirebon Girang berlokasi sebalah Barat Daya Pancuran Emas.ditempat itu
Raden Aria Kemuning dinobatkan sebagai  Adipati Kuningan,Ki Gede Lurah agung sebagai Lurah di Luragung,dan pengeran Raksa bumi  sebagai Bnedahara  dengan gelar Pangeran Kuningan oleh Bah Kuwu Ciribon I ( Raden Kian Santang ) dan Bah Kuwu Cirebon II.( Raden Walang Sungsang  Pangeran Cakrabuana ).

8.       Kisah Buyut Kalam Jaya
Buyut Kalam jaya memiliki ilmu kesaktian dapat berkomunikasi dengan yang goib,untuk itulah ditempatkan di Ci dalem yang terkenal angker banyak bangsa dedemitnya.

9.       Kisah Pangeran Soli Asih
Pangeran Soli Asih  berlokasi di Batu belah, dikenal Dewi Danuwati memiliki kecantikan yang luar biasa dan memiliki sifat kasih sayang yang tinggi.Kisah batu Belah dan pangeran soli asih mengandung ajaran bahwa kita harus ingat dan paham asal-usul kita lahir kedunia yakni dari sang Ibu dan dibesarkan berkat kaih dan sayangnya  ibu untuk itu janganlah durhaka pada orang tua.

D, Kisah Perjalanan Kijang Panajung
        Kijang Panajung seorang Pemuda dari Cirebon datang berkunjung ke Puncakmanik menemui  Buyut Prendita , kemudian oleh buyut prendita disuruh berkelana ke timur menemui kerajaan menakjinggo dan menjadi pemelihara Kuda di kerajaan. Kelak suatu saat nanti kamu akan jadi raja dikerajaan  itu  begitu percakapan singkat buyut Prendita dengan Raden kijang Panajung. Setibanya di kerajaan menakjinggo raden Kijang Pananjung di angkat sebagai pemelihara Kuda kerajaan .Menurut beberapa riwayat asal mulanya diterima menjadi pemelihara Kuda kerajaan ,pada waktu itu Kuda kerajaan mengamuk dan oleh Raden Kijang Panajung ditaklukan.Kedzoliman Prabu Menakjinggo semakin manjadi,berkat bantuan istri Prabu Menakjinggo yang menyerahkan pusaka andalan  sang Raja yakni besi kuning,akhirnya Menakjinggo dapat dikalahkan oleh Raden Kijangpananjung. Akhirnya dinabatkan menjadi raja dengan nama Prabu Damarwulan.

E. Jaman Wali songo
Pada jaman Wali songo,konon ceritanya Gunung Puncakmanik pernah di datangi Sunan Kali Jogo dan Sunan Gunung Jati pada acara penobatan Raden ariya Kemuning menjadi Senopati Kuningan dan Kigede Lurah agung menjadi lurah di Luragung.sebagai kenangan tempat penobatan mahkota senopati  ariya kemuning menjadi adipati Kuningan sekarang dikenal Bah kuwu sangkan Cirebon girang dan tempat ini mengandung mitos  tempat turunya tahta . sebelum dinobatkan ,Raden ariya Kemuning mandi terlebih dahulu disebuah pancuran yang dikenal PANCURAN MAS. yang mengandung arti Pancuran tempat penyucian diri . sedangkan Sunan kali jogo sepulangnya dari Puncakmanik ,beliau mengubur tongkat di bawah kaki gunung Puncakmanik yang sekarang dikenal Buyut Dukuh yang berlokasi di Desa cimulya sekarang.

Sampai sekarang gunung Puncakmanik rame dikunjungi orang dari berbagai daerah berjiarah ke sana sebagai penghormatan pada leluhurnya.bahkan Elang Yusuf dan elang lainya dari kasepuhan,kanoman,dan ka Prabonan Cirebon setiap Sabtu pon datang ke Gunung Puncak manik untuk melaksankan tahlil bersama dan mengambil air cikahuripan dari Pancuran Mas ( Nyi mas Centring manik ) dan batu belah pangeran Soliasih .

sampai disini dulu uraian saya semoga dapat menjadi bahan diskusi dan penelitia lebih lanjut demi kesempurnaan sejarah ini.


1 komentar:

  1. Weleh weleh, nama Desa Gunungsari sebagai induk dari Desa Cimulya sebelum dimekarkan, kok nggak disebut-sebut. Padahal Bah Jaksa itu moyang saya karena ibu asli dari Gunungsari

    BalasHapus